Totalitas Semua Relawan Anies-Sandi Perangi Kampanye Hitam

Totalitas Semua Relawan Anies-Sandi Perangi Kampanye Hitam

Calon wakil gubernur DKI Sandiaga Uno menyayangkan adanya kampanye hitam lewat spanduk yang tersebar di berbagai sudut di Ibu Kota.

Spanduk berisi fitnah itu diketahui ditemukan di beberapa titik di Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Sandi mengaku, timnya sudah  mengerahkan relawan untuk menurunkan spanduk-spanduk tersebut. Sebelumnya, spanduk ‘Jakarta Bersyariah’ muncul dan bertebaran di berbagai lokasi di Jakarta. Anies-Sandi belakangan tidak mengetahui terkait dengan spanduk tersebut dan meminta agar spanduk itu dicopot. Sandi meminta kepada seluruh pihak untuk bersama mewujudkan pilkada yang baik dan kondusif, tanpa ada serangan-serangan berbau fitnah.

Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi para relawan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang mengalihkan dukungan kepada pi‎haknya di putaran kedua Pilgub DKI Jakarta. Selanjutnya, Sandiaga mengaku bahwa relawan Agus-Sylvi yang ada di kota administratif Jakarta Selatan dan Jakarta Timur tengah mematangkan dukungan guna berjuang dalam memenangkan pihaknya pada 19 April 2017.

Ia mengatakan, bahwa dukungan tersebut merupakan efek bola salju yang menggelinding lantaran warga Ibu Kota telah menginginkan adanya gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang baru. Ia mengajak, seluruh warga DKI untuk tetap rukun dan bersatu jelang kontestasi putaran kedua Pilgub DKI Jakarta yang akan berlangsung dalam 16 hari ke depan. “‎Jaksel dan Jaktim sudah ada tahap matang kita sudah ada di level itu. Tadi ada anggota DPRD dari Demokrat sudah bersatu. Kalau di atas rukun di bawah juga pasti rukun. Ayo kita sambut dengan kecerian, 16 hari lagi kita jangan melakukan hal-hal yang memecah belah ya,” tandasnya.

Advertisements

Program Oke Oce Bikin Anies-Sandi Banyak Dukungan

Program Oke Oce Bikin Anies-Sandi Banyak Dukungan

Tim pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Syarief, mengatakan dukungan terus mengalir untuk pasangan nomor 3 ini jelang Pilkada DKI Jakarta putaran II. Syarief menerangkan, pendukung “baru” itu berasal dari beragam kalangan, mulai dari politisi, artis, hingga masyarakat lintas agama. Bahkan paguyuban kedaerahan, pendukung pasangan lain pada pilkada puturan I, kini menjadi pendukung Anies-Sandi.

Menurutnya, pendukung Anies-Sandi sejak putaran I pilkada, sampai saat ini tetap solid. Sementara yang baru bergabung tak kalah aktif, ikut bahu membahu menyampaikan program-program Anies-Sandi ke masyarakat, melalui bakti sosial maupun kegiatan amal. Saat disinggung apa alasan mayoritas pendukung menjatuhkan pilihan ke Anies-Sandi, Syarief menerangkan rata-rata mereka berharap pemimpin DKI Jakarta mengayomi semua kalangan.

Selain itu, sambungnya, progam-program yang ditawarkan Anies-Sandi, seperti Oke Oce juga jadi alasan mereka mendukung pasangan nomor 3. “Program Oke Oce menarik kata mereka. Khususnya pelaku UMK,” pungkasnya. Lieus yakin program kerja Anies-Sandi sangatlah berkualitas. Salah satunya program OK OCE (One Kecamatan, One Centre of Entrepreneurship) yang akan menciptakan lapangan pekerjaan.

Koordinator Komunitas Tionghoa Antikorupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma, yakin dengan program janji kerja pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan meyakini keduanya akan bekerja untuk masyarakat Jakarta dengan lebih baik. Selain itu Lieus mengatakan bahwa program kerja yang dibuat oleh pasangan Anies-Sandi itu sangatlah mahal nilainya, karena mereka lebih mengutamakan kepentingan rakyat Jakarta.

Komentar Pandji Pragiwaksono Jelang Pulgub DKI Putaran Dua

Pandji Pragiwaksono, komedian sekaligus juru bicara Anies-Sandi meyakini pasangan calon nomor urut tiga tersebut mampu menghadapi debat putaran kedua Pilgub DKI tanpa strategi khusus. “Mas Anies dan Bang Sandi sudah siap untuk sosialisasi program dan menjawab pertanyaan yang akan membantu warga Jakarta menentukan pilihan,” ujar Pandji.

Menurut Pandji, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno akan mampu dengan baik menjawab pertanyaan-pertanyaan yang nantinya akan digelar dalam putaran kedua. Dengan keyakinan tersebut, Pandji mengakui timses Anies-Sandi‎ tidak perlu repot-repot mempersiapkan strategi khusus untuk calonnya dalam menghadapi debat putaran kedua.

“Tidak ada strategi khusus kok‎. Insya Allah menang,” tandasnya.

Sandiaga Jadi Rebutan Selfie dan Bernostalgia di Rakernas HIMPI

Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiga Salahudin Uno mengaku bernostalgia usai menghadiri rapat kerja Nasional (Rakernas) HIPMI ke-16. Agenda tersebut pun dihadiri Presiden Joko Widodo dan Ketua HIPMI Bahlil Lahadalia. Ia mengaku ada hal yang menarik dari Rakernas HIPMI, yaitu adanya sebuah gerakan yang mencenangkan kewirausahaan harus dimulai dari usia muda. Oleh karena itu agenda ke-16 ini sekaligus membicarakan program ‘HIPMI Go to School’.

“Kami didampingi anak-anak HIPMI atas undangan Ketum Bahlil Lahadalia menghadiri Rakernas ke-16 ini, yang dihadiri juga oleh Presiden Joko Widodo, ini merupakan kehormatan karena saya juga pernah memimpin HIPMI ditahun 2005 sampai dengan 2008 lebih dari 10 tahun yang lalu jadi sekadar nostalgia,” ujarnya di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. “Nah ini sebenarnya sangat berkesinambungan dengan program Oke-Oce yang kami usung bersama pak Anies Baswedan dalam pilkada DKI,” paparnya.

Dalam agenda tersebut, Sandi menjadi rebutan para tamu undangan untuk swafoto atau selfie. Tak hanya itu, siswa-siswi SMA yang hadir juga mengabadikan momen kedatangan calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Anies Baswedan itu dengan kamera handphone. Dalam kegiatan itu, Sandi yang menggunakan kemeja batik hitam menyatakan senang dapat hadir dalam acara Hipmi. Adanya rakernas tersebut membuat cawagub DKI nomor urut tiga ini dapat bernostalgia. “Ini merupakan kehormatan karena saya juga pernah memimpin Hipmi pada 2005 sampai 2008, lebih dari 10 tahun yang lalu jadi sekadar nostalgia,” katanya Sandi.

PKB Dukung Sandiaga Uno Pilgub DKI 2017

Politikus senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ida Fauziah menyatakan, partainya kini mantap untuk mendukung bakal calon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Pilgub DKI 2017. Elektabilitas kader Partai Gerindra itu dianggapnya semakin menanjak dan diyakini mampu menyaingi calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Sandiaga pelan tapi pasti polling-nya meningkat. Saya kira kita butuh pemimpin nomor 1 di DKI yang memiliki kapasitas, kompetensinya ada. Yang paling penting punya komunikasi politik dan komunikasi publik yang cukup bagus serta bisa diterima semua masyarakat Jakarta,” ungkapnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Bahkan menurutnya, pengurus DPW PKB DKI Jakarta sudah mengusulkan nama Sandiaga Uno dan kini tinggal menunggu keputusan dari DPP PKB.

Ida juga membuka kemungkinan jika nantinya Sandiaga dipasangkan dengan kader PKB seperti Wakil Ketua PP LKKNU Luluk Nur Hamidah dan Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas. Siang ini, DPW PKB DKI Jakarta akan mendeklarasikan dukungan ke Sandiaga Uno di Pondok Pesantren Al-Qudwah-Al-Muqoddasah, Cakung Timur, Jakarta Timur.

Bersumber dari berita Okezone

Ketua Umum PAN Bahas GBHN Bukan Pilgub DKI

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyambangi Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Sekira satu jam ia bertemu dengan para pengurus PDIP.

Usai pertemuan, Zulkifli yang juga Ketua MPR RI itu keluar dengan didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Zulkifli menuturkan, alasannya datang ke kantor partai berlambang banteng tersebut adalah untuk membahas pembentukan kembali Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

 

Zulkifli menyatakan telah menyampaikan rencana rapat gabungan MPR dari seluruh fraksi pada 22 Agustus 2016. “(Pada)22 Agustus akan ada rapat gabungan MPR seluruh fraksi. PDIP kan partai besar saya sampaikan rencana 22 Agustus untuk mengambil keputusan penting soal haluan negara (GBHN) yang akan dipaparkan nanti tanggal 22 setelah itu kita dengarkan fraksi-fraksi seperti apa. Kalau disepakati maka jadi haluan negara dan diproses lebih lanjut saya report kepada Bu Mega,” lanjut dia.

Saat ditanyakan lebih dalam lagi soal pertemuannya, Zulkifli kembali menegaskan bahwa tak ada pembahasan apa pun menuju Pilgub DKI. “Saya enggak bicara pilkada,” ujarnya.

Dilansir dari berita Okezone

Ahok Ingin Amankan APBD

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, merasa aturan wajib cuti kampanye selama empat bulan bagi pertahana berpotensi menimbulkan kebocoran anggaran APBD DKI yang kebetulan akan dirancang pada masa cuti tersebut. Menurutnya, jika cuti kampanye bisa membahayakan anggaran DKI, ia memilih untuk tidak mengambil hak kampanye. “Saya enggak bisa meninggalkan ini. Bahaya, karena APBD lagi disusun. Kalau saya memilih, saya lebih baik enggak kampanye deh, yang penting APBD saya jaga” kata Ahok.

Ia menilai, anggaran daerah sejumlah puluhan triliun harus dikawal secara ketat dan dibawah pengawasannya langsung. Hal ini tentu tak bisa ia lakukan jika harus cuti kampanye selama empat bulan. Selain alasan menjaga rancangan APBD, Ahok juga mengatakan empat bulan masa cuti tersebut merupakan musim hujan dan La Nina. Sehingga pengawasan terhadap infrastruktur penanggulangan banjir harus dimaksimalkan dibawah pengawasannya langsung.

Meski demikian, Ahok menegaskan dirinya tidak anti cuti. Baginya, calon pertahana tetap wajib cuti jika akan melakukan kampanye. Namun jika ada kepala daerah yang memilih untuk tidak kampanye dan memilih bekerja, menurut Ahok idealnya tidak dipaksa mengambil cuti. “Saya cuma katakan saya boleh pilih dong. Ya udah enggak kampanye enggak apa-apa” seloroh Ahok.

Untuk itu, Ahok telah mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi calon pertahana tidak dipaksa cuti meskipun tidak berencana untuk kampanye. “Saya ingin menafsirkan itu tidak memaksa orang cuti.”

Di tempat terpisah, juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas menyatakan mendukung keputusan Ahok mengajukan JR. Menurutnya JR adalah hak konstitusional warga negara, termasuk Ahok. “Itu kan hak konstitusional semua orang” katanya. “Lagipula buat apa gubernur sibuk kampanye kalau pekerjaan wajibnya malah berantakan, misalnya dana APBD bocor, banjir dimana-mana, kan yang akan disalahkan tetap pak Ahok” ujar Amalia.

Amalia mengatakan, sejak awal Ahok memang tidak ingin kampanye, jadi bukan semata-mata menolak cuti kampanye. Meski demikian Amalia mengaku langkah ini rawan dijadikan bahan negative untuk menjatuhkan Ahok. “Setau saya, Ahok bukan menolak cuti kampanye, tapi memang memilih tidak mau kampanye terus untuk apa beliau cuti? Jadi daripada isu ini dimanfaatkan secara politis seolah Ahok menolak cuti untuk memanfaatkan birokrasi, lebih baik kita menunggu keputusan pengadilan.” tutupnya.

Dikutip dari berita Okezone