PKB Dukung Sandiaga Uno Pilgub DKI 2017

Politikus senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ida Fauziah menyatakan, partainya kini mantap untuk mendukung bakal calon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Pilgub DKI 2017. Elektabilitas kader Partai Gerindra itu dianggapnya semakin menanjak dan diyakini mampu menyaingi calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Sandiaga pelan tapi pasti polling-nya meningkat. Saya kira kita butuh pemimpin nomor 1 di DKI yang memiliki kapasitas, kompetensinya ada. Yang paling penting punya komunikasi politik dan komunikasi publik yang cukup bagus serta bisa diterima semua masyarakat Jakarta,” ungkapnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Bahkan menurutnya, pengurus DPW PKB DKI Jakarta sudah mengusulkan nama Sandiaga Uno dan kini tinggal menunggu keputusan dari DPP PKB.

Ida juga membuka kemungkinan jika nantinya Sandiaga dipasangkan dengan kader PKB seperti Wakil Ketua PP LKKNU Luluk Nur Hamidah dan Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas. Siang ini, DPW PKB DKI Jakarta akan mendeklarasikan dukungan ke Sandiaga Uno di Pondok Pesantren Al-Qudwah-Al-Muqoddasah, Cakung Timur, Jakarta Timur.

Bersumber dari berita Okezone

Ketua Umum PAN Bahas GBHN Bukan Pilgub DKI

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyambangi Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Sekira satu jam ia bertemu dengan para pengurus PDIP.

Usai pertemuan, Zulkifli yang juga Ketua MPR RI itu keluar dengan didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Zulkifli menuturkan, alasannya datang ke kantor partai berlambang banteng tersebut adalah untuk membahas pembentukan kembali Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

 

Zulkifli menyatakan telah menyampaikan rencana rapat gabungan MPR dari seluruh fraksi pada 22 Agustus 2016. “(Pada)22 Agustus akan ada rapat gabungan MPR seluruh fraksi. PDIP kan partai besar saya sampaikan rencana 22 Agustus untuk mengambil keputusan penting soal haluan negara (GBHN) yang akan dipaparkan nanti tanggal 22 setelah itu kita dengarkan fraksi-fraksi seperti apa. Kalau disepakati maka jadi haluan negara dan diproses lebih lanjut saya report kepada Bu Mega,” lanjut dia.

Saat ditanyakan lebih dalam lagi soal pertemuannya, Zulkifli kembali menegaskan bahwa tak ada pembahasan apa pun menuju Pilgub DKI. “Saya enggak bicara pilkada,” ujarnya.

Dilansir dari berita Okezone

Ahok Ingin Amankan APBD

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, merasa aturan wajib cuti kampanye selama empat bulan bagi pertahana berpotensi menimbulkan kebocoran anggaran APBD DKI yang kebetulan akan dirancang pada masa cuti tersebut. Menurutnya, jika cuti kampanye bisa membahayakan anggaran DKI, ia memilih untuk tidak mengambil hak kampanye. “Saya enggak bisa meninggalkan ini. Bahaya, karena APBD lagi disusun. Kalau saya memilih, saya lebih baik enggak kampanye deh, yang penting APBD saya jaga” kata Ahok.

Ia menilai, anggaran daerah sejumlah puluhan triliun harus dikawal secara ketat dan dibawah pengawasannya langsung. Hal ini tentu tak bisa ia lakukan jika harus cuti kampanye selama empat bulan. Selain alasan menjaga rancangan APBD, Ahok juga mengatakan empat bulan masa cuti tersebut merupakan musim hujan dan La Nina. Sehingga pengawasan terhadap infrastruktur penanggulangan banjir harus dimaksimalkan dibawah pengawasannya langsung.

Meski demikian, Ahok menegaskan dirinya tidak anti cuti. Baginya, calon pertahana tetap wajib cuti jika akan melakukan kampanye. Namun jika ada kepala daerah yang memilih untuk tidak kampanye dan memilih bekerja, menurut Ahok idealnya tidak dipaksa mengambil cuti. “Saya cuma katakan saya boleh pilih dong. Ya udah enggak kampanye enggak apa-apa” seloroh Ahok.

Untuk itu, Ahok telah mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi calon pertahana tidak dipaksa cuti meskipun tidak berencana untuk kampanye. “Saya ingin menafsirkan itu tidak memaksa orang cuti.”

Di tempat terpisah, juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas menyatakan mendukung keputusan Ahok mengajukan JR. Menurutnya JR adalah hak konstitusional warga negara, termasuk Ahok. “Itu kan hak konstitusional semua orang” katanya. “Lagipula buat apa gubernur sibuk kampanye kalau pekerjaan wajibnya malah berantakan, misalnya dana APBD bocor, banjir dimana-mana, kan yang akan disalahkan tetap pak Ahok” ujar Amalia.

Amalia mengatakan, sejak awal Ahok memang tidak ingin kampanye, jadi bukan semata-mata menolak cuti kampanye. Meski demikian Amalia mengaku langkah ini rawan dijadikan bahan negative untuk menjatuhkan Ahok. “Setau saya, Ahok bukan menolak cuti kampanye, tapi memang memilih tidak mau kampanye terus untuk apa beliau cuti? Jadi daripada isu ini dimanfaatkan secara politis seolah Ahok menolak cuti untuk memanfaatkan birokrasi, lebih baik kita menunggu keputusan pengadilan.” tutupnya.

Dikutip dari berita Okezone

Ahok Janjikan Gaji Juara MTQ Nasional

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjanjikan gaji untuk para saritilawah asal DKI Jakarta yang mampu meraih juara di lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional 2016 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 30 Juli-6 Agustus.

Menurut Ahok, besaran gaji untuk saritilawah asal DKI yang mampu meraih juara di MTQ Nasional adalah senilai upah minimum provinsi (UMP). Ahok mengatakan, gaji akan diberikan selama dua tahun sebagai timbal balik agar para saritilawah mau menjadi guru ngaji bagi anak-anak di DKI Jakarta.

“Hitung aja pakai UMP dan THR,” kata dia saat melepas kontingen DKI untuk mengikuti MTQ Nasional di Balai Kota, Rabu (27/7/2016).

DKI Jakarta yang mengirim 34 saritilawah menargetkan gelar juara umum pada MTQ tahun ini. Para saritilawah akan berloma di tujuh kategori lomba.

Menurut Ahok, adanya rencana pemberian gaji untuk para saritilawah dilatarbelakangi kejadian yang pernah terjadi di kampung halamannya di Belitung Timur. Di sana, kata Ahok, banyak guru ngaji yang harus mencari penghasilan tambahan di bidang lain.

Bersumber dari berita Teman Ahok

Golkar, Nasdem dan Hanura Siap Dukung AHOK DKI 1

Basuki T. Purnama (BTP) akhirnya menentukan jalur pencalonan dalam Pilkada DKI 2017 melalui partai politik bersama dengan tiga partai pendukung Golkar, Nasdem dan Hanura bersama-sama dengan Teman Ahok untuk melanjutkan tugasnya membenahi Jakarta.
Amalia menjelaskan kendaraan partai dan kendaraan yang dirakit oleh Teman Ahok melalui Sejuta KTP mempunyai tujuan yang sama untuk mendukung Gubernur DKI Basuki P. Purnama, melanjutkan tugasnya membenahi dan menjadikan Jakarta Baru pada periode 2017-2022.
Teman Ahok menyatakan siap bekerjasama dengan teman-teman dari partai politik, agar Ahok bisa melanjutkan tugasnya membenahi Jakarta pada periode berikutnya. “SebelumnyaTeman Ahok melakukan gerakan pengumpulan Sejuta KTP karena  kami merasa ada Ahok, pemimpin yang mampu membawa perubahan di Jakarta, terancam tidak bisa maju kembali. Karena tidak punya partai, tengah berseteru dengan DPRD DKI, bahkan terancam dimakzulkan. Sehingga kecil kemungkinan Ahok akan dicalonkan kembali oleh partai politik” jelas Amalia.
Menurut Amalia, kini Sejuta KTP dukungan untuk Ahok telah terkumpul.  Kendaraan alternatif telah dirakit Teman Ahok bersama dengan masyarakat Jakarta yang sudah berpartisipasi siap digunakan. Disisi lain, tiga partai yang menyatakan mendukung Pak Ahok untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta pada 2017,  disertai dengan surat rekomendasi resmi. Jumlah kursi ketiga partai tersebut di DPRD DKI juga telah memenuhi syarat untuk bisa mengajukan calon.

“Tetapi kami telah mempersiapkan diri menghadapi jalan terjal tersebut. Kami siap untuk turun dan mendorong kendaraan bus beramai-ramai saat melewati jalan terjal dan risiko yang menghadang. Kami juga akan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal di sepanjang rute yang akan dilalui bus ini. Meski berat, kami yakin bisa melewatinya,” tambah Amalia.
Sementara itu, tiga Parpol pendukung telah menyediakan kendaraan yang juga siap melaju mengantarkan Ahok ke tujuan. Kendaraan partai ibarat  sedan yang bisa melaju di jalan yang mulus. Rute yang akan dilalui kendaraan ini relatif lebih mudah dan aman.
Dari pembicaraan Teman Ahok dengan partai pendukung ‘pemilik kendaraan’ (Golkar, Hanura, Nasdem). “Ada kesepakatan bahwa, kami mempunyai tujuan yang sama, dan tak mempermasalahkan jalur. Kita bisa seiring sejalan, konvoi bersama mencapai tujuan tersebut. Jika Ahok naik bus kami, mobil dari partai siap mengawal. Begitu juga jika Ahok memutuskan naik mobil partai, bus besar kami siap mengikuti,” tambahnya.
Amalia menegaskan demi kepentingan masyarakat Jakarta, Teman Ahok sadar harus menepikan ego dan hari ini, keputusan telah diambil. Semoga keputusan ini adalah jalan terbaik menuju Jakarta yang lebih baik.

Dikutip dari berita Teman Ahok

Bimbim Slank Dukung Ahok

Penabuh drum band Slank, Bimo Setiawan Almachzumi atau Bimbim (49), menilai penantang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada 2017 hanya buang-buang uang.

“Siapapun yang lawan Ahok susah buat menang. Kalau ada yang mau lawan, gue kasih tahu, cuma habiskan banyak uang aja,” kata Bimbim saat ditemui di Markas Slank, Jalan Potlot III, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Ia mengatakan kualitas mantan Bupati Belitung Timur itu sudah teruji selama memimpin Jakarta. Karena itu tak ada alasan bagi warga Jakarta untuk tidak memilih Ahok lagi.

“Bukan karena gue ngefans ya, tapi karena logika politik, enggak ada yang bisa melawan track record-nya. Kecuali ada orang yang bisa punya track record lebih panjang dari dia,” kata Bimbim.

Menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017, sejumlah nama disebut-sebut bakal melawan Ahok. Di antaranya musisi Ahmad Dhani, pengusaha Sandiaga Uno, Wakil Ketua DPRD Abraham “Lulung” Lunggana, Adhyaksa Dault.

Dimuat dari berita Teman Ahok

Mantan Komisioner KPU Dukung Ahok

Mantan Komisioner KPU Pusat , I Gusti Putu Artha bergabung bersama Teman Ahok. Wajah yang dulu sering menghiasi televisi nasional ini bergabung bersama Teman Ahok sebagai Pendamping Ahli Bidang Keadministrasian dan Regulasi Pilkada. Dengan bergabungnya Putu Artha, Teman Ahok optimis langkah kedepan dalam pencalonan Ahok dari sisi Administrasi dan Regulasi akan semakin mantap.

Putu Artha juga mengaku sangat senang bergabung bersama Teman Ahok. Pemerintahan Ahok dan Gerakan Teman Ahok, bagi Putu Artha, sedang mengadopsi model demokrasi yang partisipatif yang juga ia perjuangkan. “Ini sebuah nilai ideal dalam demokrasi. Ini semangat yang sama dengan saya sebagai mantan anggota KPU.” jelasnya.

Nilai-nilai demokrasi dan kepemimpinan Ahok yang berani melawan korupsi, menurut Mantan Anggota KPU 2007-2012 ini, harus ditularkan ke seluruh Indonesia. “Salah satu caranya, dengan mendorong Ahok kembali memimpin Jakarta. Rakyat di setiap daerah akan terdorong memunculkan pemimpin yang baik dan bersih dan mereka ikhlas berkorban untuk pemimpinnya.” kata M.

Seiring dengan bergabungnya Putu Artha dengan Teman Ahok sebagai pendamping Ahli, Teman Ahok ingin menyampaikan pesan bahwa Teman Ahok tidak hanya sekedar relawan pengumpul KTP. Amalia menjelaskan, pada awalnya keberadaan Pak Putu tidak akan dipublish. “Namun karena serangan semakin banyak. Perlu untuk memberi tahu, bahwa di belakang Ahok juga berdiri orang-orang yang paham regulasi dan manajemen Pilkada.” jelasnya.

Amalia juga menjelaskan, bahwa Pendamping Ahli juga bisa mewakili Teman Ahok dalam undangan media. “Suara Pak Putu akan lebih nyaring daripada kami yang dianggap muda. Kita akan membagi tugas dengan Pak Putu. Selain mendampingi secara teknis dalam administrasi, Pak Putu bisa mewakili Teman Ahok di media sepanjang hal itu berkaitan dengan administrasi dan manajemen Pilkada.” katanya.

Pendamping Ahli Teman Ahok, jelas Amalia, juga tidak akan Putu Artha seorang saja. “Banyak juga pendamping Ahli yang lain, dan kami harapkan banyak juga yang akan bergabung. Sehingga Teman Ahok semakin bonafid kedepannya.” tutup Amalia.

Dikutip dari berita Teman Ahok